Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono telah meninjau penanganan banjir bandang di Batu Malang, Provinsi Jawa Timur, beberapa waktu lalu.

Menurut Basuki, banjir bandang yang terjadi pada Kamis pekan lalu dengan curah hujan tinggi tersebut disebabkan daerah resapan air di hulu aliran Sungai Brantas yang sudah banyak berkurang, sehingga terjadi sumbatan material sampah kayu pada aliran anak sungai.

Sebagai langkah penanganan serta menghindari terulangnya kejadian banjir bandang, Basuki menginstruksikan untuk membersihkan dan memperlebar alur sungai dari titik kejadian di Kali Kricik, di sekitar Alas Bengking sampai dengan pertemuan/muara Sungai Brantas sepanjang 4 km, serta membangun check dam di daerah hulu.

“Penanganannya harus dimulai sekarang, karena kita menghadapi fenomena La Nina yang diprediksi puncak hujannya sampai Januari-Februari 2022,” kata Basuki dalam keterangan tertulis, Jumat, 12 November 2021.

Basuki pun meminta pengecekan menggunakan drone. Jika ada sumbatan-sumbatan, dibersihkan alurnya. “Saya tunjuk BUMN Karya yang sedang bekerja di daerah sekitar sini untuk membantu penanganannya.”

Selanjutnya Basuki menyatakan akan merelokasi rumah yang hilang/hanyut dan berisiko bahaya tinggi yang berada di sempadan sungai ke rumah khusus yang akan dibangun oleh Kementerian PUPR di lahan desa yang disediakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Batu.

Menteri Basuki juga menyatakan akan bekerja sama dengan Pemkot Batu untuk memperbaiki utilitas pipa air minum dan penggantian jembatan yang rusak akibat banjir bandang dengan bentang yang lebih lebar.

CAESAR AKBAR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.